{"id":238,"date":"2010-07-13T17:08:23","date_gmt":"2010-07-13T10:08:23","guid":{"rendered":"http:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/?p=238"},"modified":"2010-07-13T17:11:01","modified_gmt":"2010-07-13T10:11:01","slug":"bersiasat-untuk-handphone","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/?p=238","title":{"rendered":"Bersiasat untuk Handphone"},"content":{"rendered":"<p>oleh Syafiatudina<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1793.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-239\" title=\"Foto bersama santri \" src=\"http:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1793-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1793-300x225.jpg 300w, https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1793.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pondok Pesantren Mbah Fayomi, terdiri atas dua pondok. Pondok untuk santri laki-laki dan santri perempuan. Pondok ini sudah berdiri cukup lama. Menurut penuturan Bu Fayomi, pondok ini sudah ada semenjak tahun 70an.<\/p>\n<p>Lokasi pondok ini berada di daerah Kajen, kecamatan Margoyoso, Pati. Daerah ini memang dikenal sebagai daerah dengan jumlah pondok pesantren yang cukup banyak.<\/p>\n<p>Pada tanggal 5 Juli 2010, kami mengadakan<em> focus discussion group<\/em> (FGD) dengan para santri perempuan, di pondok pesantren Mbah Fayomi. Waktu liburan, membuat suasana pondok agak sedikit lengang. Hanya beberapa orang yang masih berada di pondok, itu pun karena madrasah mereka belum libur.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1788.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-240\" title=\"Suasana FGD\" src=\"http:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1788-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1788-300x225.jpg 300w, https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/IMG_1788.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Peserta FGD berjumlah 17 orang, berumur 12-19 tahun. Mayoritas masih bersekolah di sekitar pondok, seperti Madrasah Salafiyah, Mathali&#8217;ul Falah, dan SMK Cordova. Hanya tiga orang yang sudah kuliah di Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA), juga berada di dekat pondok.<\/p>\n<p>Selama FGD, kami banyak berbicara soal <em>handphone<\/em>, internet, dan penggunaan teknologi lainnya di kalangan para santri. Seperti mayoritas pondok pesantren yang kami temui di Kajen, pondok Mbah Fayomi juga melarang penggunaan <em>handphone<\/em>. Santri yang masih duduk di bangku madrasah, tidak diperbolehkan untuk membawa <em>handphone<\/em>. <em>Handphone<\/em> hanya diperbolehkan untuk santri yang sudah kuliah. Di pondok santri perempuan, hanya satu orang yang membawa <em>handphone<\/em>, yaitu Umaida, 19 tahun. Umaida sedang menempuh kuliah di LPBA.<\/p>\n<p>Bagi yang ingin menelpon, dapat menggunakan wartel yang berada di dekat pondok. <em>Handphone<\/em> milik Umaida dapat dipinjamkan kepada santri lain, hanya untuk keperluan mendesak. Umaida pun berhak mengontrol siapa yang dihubungi oleh para santri, lewat <em>handphone<\/em> miliknya.<\/p>\n<p>Para santri dapat bebas menggunakan <em>handphone<\/em>, ketika sampai di rumah masing-masing. Setiap santri memiliki kesempatan pulang ke rumah, satu bulan sekali. Pulang ke rumah menjadi kesempatan bagi para santri untuk menggunakan <em>handphone<\/em> dan teknologi lain, semaksimal mungkin. Begitu sampai di pondok, maka mereka harus patuh dengan peraturan yang berlaku.<\/p>\n<p>Peraturan di pondok Mbah Fayomi, memberlakukan sistem poin. Setiap santri memiliki sejumlah poin. Poin-poin milik santri tersebut akan berkurang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Membawa <em>handphone<\/em> adalah jenis pelanggaran dengan minus poin terbesar. Jika seorang santri ketahuan membawa <em>handphone<\/em>, maka poin miliknya akan habis. Dan santri dengan poin 0 akan dikeluarkan dari pondok. Menurut Wafi, 17, bagian keamanan pondok, dengan berlakunya sistem ini, maka bukan handphone yang mengeluarkan santri, namun peraturan.<\/p>\n<p>Dengan peraturan semacam ini, maka santri yang ingin membawa <em>handphone<\/em> ke pondok, harus membuat semcam siasat agar tidak ketahuan. Banyak trik-trik menyembunyikan <em>handphone<\/em> yang telah dikenali oleh para santri ini. Menurut Nada, 14, pernah ada santri yang menaruh <em>handphone<\/em> di sela-sela lubang dekat atap. <em>Handphone<\/em> dibalut dengan kaos. Persembunyian terbongkar oleh Nada, karena kebetulan kaos yang digunakan untuk membalut <em>handphone<\/em> adalah kaos milik Nada.<\/p>\n<p>Posisi Wafi sebagai bagian keamanan pondok, membuatnya cukup hapal dengan siasat-siasat penyembunyian <em>handphone<\/em>. Lemari dan di bawah bantal adalah tempat-tempat paling umum untuk menyembunyikan <em>handphone<\/em>. Tapi menurut Nada, tempat paling aman untuk menyembunyikan <em>handphone<\/em> adalah di dalam pakaian.<\/p>\n<p>Peraturan yang cukup ketat mengenai <em>handphone<\/em>, membuat beberapa santri memutuskan untuk keluar. Ketika ditanya soal pendapat mengenai peraturan tersebut, mayoritas santri menyatakan hanya bisa pasrah. Bagi mereka, peraturan soal <em>handphone<\/em> adalah hal yang harus diterima ketika sudah memutuskan untuk tinggal di pondok. Menurut Wafi, peraturan semacam ini dapat menjaga para santri dari gangguan yang dapat ditimbulkan oleh <em>handphone<\/em>. <em>Handphone<\/em>, menurut Wafi, dapat menganggu konsentrasi belajar dan sering digunakan untuk pacaran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>oleh Syafiatudina Pondok Pesantren Mbah Fayomi, terdiri atas dua pondok. Pondok untuk santri laki-laki dan santri perempuan. Pondok ini sudah berdiri cukup lama. Menurut penuturan Bu Fayomi, pondok ini sudah ada semenjak tahun 70an. Lokasi pondok ini berada di daerah Kajen, kecamatan Margoyoso, Pati. Daerah ini memang dikenal sebagai daerah dengan jumlah pondok pesantren yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8,10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/238"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=238"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":243,"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/238\/revisions\/243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kulturcell.kunci.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}